Simulasi Kecelakaan Pesawat di Bandara Adi Soemarmo

Penumpang kecelakaan pesawat Angkasa Air berusaha menyelamatkan diri saat simulasi penanggulangan keadaan darurat (PKD) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6). Simulasi yang dilakukan Angkasa Pura I tersebut untuk menguji sekaligus mengevaluasi koordinasi, komunikasi, serta komando antar unit sesuai Airport Emergency Plan dan Airport Security Programme. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/ed/kye/15.

BOYOLALI – Pesawat terbang milik Angkasa Air dengan nomor penerbangan SOC – 086 yang melayani rute Arab Saudi – Solo dan mengangkut 135 orang penumpang mengalami insiden kecelakaan pecah ban. Itu terjadi sesaat setelah mendarat di landasan pacu Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah.

 

Dalam simulasi tersebut, lima orang penumpang tewas, 20 orang luka berat, dan 88 orang penumpang luka ringan, akibat badan pesawat jenis Air bus A-330 seri 200 meledak sesaat setelah ban pecah.

Sebelum ban pecah, 15 menit sebelum pesawat hendak mendarat, pilot maskapai Angkasa Air memberitahukan kepada petugas menara pengawas tentang adannya salah satu penumpang mengalami sesak napas.

Informasi adanya penumpang yang mengalami sesak napas ini didapat dari salah satu penumpang yang memberitahukan kepada pramugari maskapai.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata penumpang yang bekerja di Saudi Arabia sebagai tenaga medis ini terjangkit virus Mars.

Adannya penumpang yang positif terjangkit virus Mars, pihak maskapai meminta kepada penumpang lain untuk menggunakan masker.

Dan penumpang yang terjangkit virus Mars ini di pindahkan ke tempat duduk yang tak bersinggungan dengan penumpang lain.

Naas, saat pesawat mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo, ban pesawat pecah membuat pesawat keluar dari landasan pacu. Sesaat pesawat telah berhenti, tiba-tiba terdengar ledakan yang disusul dengan kobaran api.

Pihak bandara sendiri langsung mengerahkan pemadam kebakaran dan mobil ambulans untuk menyelamatkan para penumpang. Beruntung kejadian ini hanya merupakan bagian dari latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Rahaja ke 86 digelar PT Angkasa Pura Bandara Internasional Adi Soemarmo.

Direktur Operasional PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose mengatakan, dari 13 bandara komersil yang dikelola PT Angkasa Pura seluruhnya melakukan latihan besar yang melibatkan semua unsur yang terkait, mulai dari TNI AU, Perum LPPNPI, Polri, Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Imigrasi Surakarta, Bea Cukai serta beberapa rumah sakit serta pemadam kebakaran.

“Latihan besar ini dilakukan setiap dua tahun sekali. Sebelum di Adi Soemarmo kita lakukan di Manado. Dan tiga bulan ke depan kita lakukan kegiatan yang sama di Biak,” papar Wendo dalam konfrensi pers di PT Angkasa Pura Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (23/3/2016).

Dalam simulasi ini sekurangnya diikuti 900 personel. Selain simulasi kecelakaan pesawat, ungkap Wendi, juga dilakukan simulasi teroris di terminal kedatangan TKI.

“Latihan ini tidak melihat besar atau kecilnya bandara dan jumlah pesawat yang mendarat tapi dilakukan sesuai SOP. Jadi kita bisa melihat sejauh mana kesiapan security bandara bekerjasama dengan TNI/Polri dalam menangani tindak kejahatan dan insiden kecelakaan pesawat,” pungkasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s